Subjek : Surat-surat Paulus.

Nama Pelajar: Manuel Bin Akiun.

Tarikh: 30/5/2020.

Pengajar: Martina Usor.

________________________________________________________________________

Tugasan Pertanyaan berdasarkan nota kuliah Surat Filipi

1. Nyatakan pemahaman anda mengenai keadaan dan tempat penulisan surat Filipi. Apakah pendirian anda mengenai tempat penulisan dan apakah hujah yang menyokong pilihan anda?

Jawapan

Tidak dapat dinafikan sampai hari ini agak sukar menentukan dengan pasti lokasi dan tahun bila surat surat Paulus ditulis, para pengkaji hanya dapat mengagak tahun dan tempat berdasarkan padanan dengan catatan sejarah luar Alkitab dan catatan Alkitab sendiri terutama catatan kitab Kisah Para Rasul dan surat surat Paulus sendiri. Termasuk surat Filipi. Dikatakan dalam fasal 1:7, 13, 17 Paulus berada dalam penjara tidak dinyatakan tempat dipenjarakan,  dia dalam keadaan yang tidak selesa/menderita antara hidup atau mati (Filipi 1: 20-24) dan merindui jemaat Filipi (Filipi 1:8).

Ada tiga andaian lokasi penulis surat Filipi;  Penjara di Roma (Italia), penjara di Kaisarea (Palestina) dan penjara di Efesus (Asia Kecil). Dikatakan dalam Kis 19:22 Paulus mengutus Timotius dan Erastus ke Makedonia (jemaat Filipi, Tesalonika dan Berea) kemudian mengutus Timotius (Filipi 2:19) dan Epafroditus ke jemaat Filipi (Filipi 2: 25). Paulus berharap dengan segera mendapat khabar dari jemaat Filipi melalui berita  daripada Timotius (Filipi 2:19). Sekiranya lokasi Paulus ketika itu adalah di penjara Roma tidak masuk akal mengutus Timotius, Erastus dan Epafroditus kemudian berharap mendapat laporan segera daripada mereka dengan jarak 2000km, pergi dan balik 4000km. Begitu juga jarak Kaisarea yang beribu km dari Filipi. Sebaliknya kalau lokasi Paulus di Efesus sangat masuk akal dengan jarak 180km, boleh sampai dalam masa kurang seminggu berjalan kaki dengan perkiraan 50km sehari perjalanan. Satu lagi alasan lokasi Paulus bukan di penjara Roma ialah Timotius tidak bersama dengan Paulus (Kis 27:2). Sedangakan dalam surat Filipi Timotius bersama Paulus (Filipi 1:1).

 

2. Terangkan maksud “anjing-anjing”, “pekerja-pekerja yang jahat” dan “Penyunat penyunat palsu” yang dinyatakan dalam Filipi 3:2-4. Mengapa Paulus mahu mereka berhati-hati terhadap mereka? Renungkan gelaran-gelaran tersebut dalam konteks masa kini.

Jawapan

            Paulus merujuk kepada para pemberita Injil yang mementingkan keuntungan peribadi demi perut mereka dan kemuliaan mereka, fikiran mereka tertuju kepada perkara duniawi (Filipi 3:19). Tidak dinyatakan siapakah mereka, adakah mereka orang Yahudi yang telah menjadi Kristian atau orang Yunani. Kalau merujuk kepada ungkapan “penyunat-penyunat palsu" boleh bermaksud orang Yahudi yang telah menjadi orang Kristian.

            Paulus menasihatkan jemaat Filipi berhati hati sebab mereka mementingkan tanda lahiriah seperti tanda sunat (Filipi 3:3) ada kemungkinan anggota jemaat Filipi terpengaruh, sebab bagi Paulus sunat sebenar adalah mereka yang beribadah oleh Roh Allah dan bermegah dalam Kristus Yesus tidak menaruh percaya pada tanda lahiriah seperti sunat (Filipi 3: 3).

Pengajar palsu juga mementingkan keuntungan peribadin (Filipi 3:19) mungkin bermaksud melobi wang persembahan atau biaya daripada anggota jemaat. Mereka juga berfikir demi kepentingan duniawi bagi memuaskan keinginan sendiri dan bukan kepentingan Kristus Yesus (Filipi 2:21).

Menjadi peringatan dan amaran kepada kita hari ini supaya tidak seperti pengajar pengajar palsu yang di tegur oleh Paulus sebab perilaku seperti itu umpama anjing atau binatang yang tidak tau malu dan pengotor.

 

Pertanyaan berdasarkan nota kuliah surat 1 Korintus

1. Huraikan pemahaman dan pandangan anda mengenai kewujudann surat yang

ditulis oleh Paulus sebelum dia menulis surat 1 Korintus.

Jawapan

            Andaian wujud surat kiriman Paulus kepada jemaat Korintus sebelum surat 1 Korintus sebab kata kata Paulus dalam 1 Korintus 5:9 Dalam suratku telah kutuliskan kepadamu, supaya kamu jangan bergaul dengan orang-orang cabul. Seolah-olah ada surat sebelum ini dan isi surat tersebut juga menyebut tentang jangan bergaul dengan orang cabul/tidak bermoral. Mungkin surat itu hilang atau sengaja dihilangkan oleh orang tertentu sebab isi surat yang agak kasar, mungkin lebih kasar daripada surat 1 Korintus.

 

2. Tulisan refleksi anda sebagai seorang pemimpin rohani pada masa kini terhadap akibat perpecahan yang ditulis oleh Paulus dalam suratnya kepada Jemaah di Korintus (lihat nota 1 Korintus m/s 3 di bahagian “akibat perpecahan yang terjadi”). Apakah sikap dan tindakan yang sepatutnya untuk menangani isu-isu tersebut?

Jawapan

            Tidak dapat dinafikan gereja berpecah bukan disebabkan oleh anggota jemaat tetapi para pemimpin gereja itu sendiri. Dalam konteks jemaat di Korintus perpecahan berlaku apabila anggot jemaat menyebut diri mereka golongan Paulus, Apolos dan Petrus. Sebenarnya kita tidak tahu isi ajaran yang di ajarkan oleh Apolos dan Petrus, dapat diandaikan bahawa ada perbezaan ajaran mereka dikatakan Apolos hanya mengetahui babtisan Yohanes (Kis 18:25). Walaupun mereka mengajar Jalan Tuhan (Kis 18:25). Inti ajaran mereka ialah Yesus sebagai Mesias (Kis 18:28).

            Buah perpecahan jemaat di Korintus dapat dilihat apabila ada yang tidak ikut serta dalam ibadah dan mentertawakan yang ikut serta dalam ibadah (1 Korintus 8:1-13), ada yang menganggap perjamuan kudus sebagai majlis makan yang biasa sahaja (1 Korintus 11:17-34), memandang rendah anggota jemaat yang tidak memiliki karunia berbahasa lidah (1 Korintus 12: 1-14). Ada juga anggota jemaat yang meniduri pelacur (1 Korintus 6: 12-20) dan ada juga anggota jemaat yang keliru tentang seks dalam perkawinan (1 Korintus 7:1-40).

            Sebagai pemimpin saya perlu menjadi contoh kepada anggota jemaat. Ketika pengajaran/berkhutbah walaupun ada cara masing masing sesuai karunia individu tetapi jangan sampai menyerang khutbah orang lain, sehingga boleh menimbulkan tangapan tidak sihat seperti siapa salah dan siapa benar oleh anggota jemaat, akhirnya berlaku pertengkaran dan perpecahan.

            Soalan perjamuan kudus saya perlu menghormati dengan cara mengambilnya dengan tertib dan fokus kepada makna perjamuan kudus tersebut. Supaya anggota jemaat diajar sikap yang sepatutnya.

            Sebagai pemimpin saya tidak boleh bersikap membanding bandingkan anggota jemaat apa lagi meremehkan anggota jemaat yang tertentu yang tidak ada karunia seperti bermain muzik, bernyanyi, berkhutbah dan sebagainya. Anggap semua penting dalam gereja, tiada yang lebih penting atau kuang penting. Supaya anggota jemaat tidak cenderung saling meremehkan sesemasa sendiri.

            Tentang seks, sebagai pemimpin saya mesti menjadi contoh yang baik, memiliki seorang isteri sahaja tidak ada hubungan sulit atau kelihatan mesra dengan peribadi tertentu. Layan anggota jemaat sebagai ahli keluarga yang lebih tua sebagai abang atau kakak. Warga emas sebagai bapa atau datuk atau nenek dan yang lebih muda sebagi adik dan kanak-kanak sebagai anak-anak sendiri. Supaya tidak ada ruang iblis menggunakan seks untuk menjatuhkan anggota jemaat dan diri sendiri. Sekian.

Comments

Popular posts from this blog