Subjek : Surat-surat Paulus 3 jam kredit.

Nama Pelajar: Manuel Bin Akiun.

Tarikh: 27/6/2020.

Pengajar: Martina Usor.

Tugasan:  Ujian Surat-surat Paulus.

­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­

1. Dalam penulisan suratnya, Paulus sering memperkenalkan dirinya dengan cara yang berbeza. Terangkan beberapa cara pengenlan diri Paulus dalam surat-suratnya dengan mengambil kira konteks penerima surat-surat tersebut (20 markah).

            Paulus membahasakan dirinya sesuai konteks jemaat bagi mengambarkan hubungan kepada jemaat yang menerima surat-surat kirimannya.

            Roma 1: 1 Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. Jemaat Roma belum mengenal siapa Paulus sebab Paulus belum pernah mengunjungi jemaat Roma, sebab itu Paulus memperkenalkan dirinya sebagai hamba Kristus Yesus dan rasul yang memberitakan Injil Allah. Paulus juga menyebut dirinya sebagai hamba Kristus Yesus, Paulus merendahkan diri mungkin bimbang dia tidak diterima di Roma.

            1 Korintus 1: 1 Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita. Paulus memperkenalkan dirinya dengan menyebut oleh kehendak Kristus Yesus, mungkin Paulus sedang menjawab golongan tertentu yang mempertikaikan kerasulannya. Paulus juga menyebut nama Sostenes individu yang bersama dia mungkin memudahkan jemaat Korintus menerima Sostenes  sekiranya ia berkunjung dan melayani di jemaat Korintus.

            2 Korintus 1: 1 Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Timotius saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus dengan semua orang kudus di seluruh Akhaya. Paulus sekali lagi memperkenalkan dirinya sebagi rasul yang dipilih oleh Allah seperti surat pertama. Paulus juga menyebut Timotius individu yang bersama dengan dia, memudahkan jemaat Korintus menerima Timotius apabila melayani di jemaat Korintus.

            Galatia 1:1 Dari Paulus, seorang rasul, bukan karena manusia, juga bukan oleh seorang manusia, melainkan oleh Yesus Kristus dan Allah, Bapa, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Paulus memperkenalkan dirinya sebagai rasul bukan kehendak manusia tetapi oleh sebab Yesus Kristus yang telah bangkit dari kematian, mungkin Paulus sedang menjawab persoalan jemaat Galatia tentang kebangkitan. 

            Efesus 1:1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus. Paulus memperkenalkan dirinya sebagai rasul Kristus Yesus atas kehendak Allah, Paulus menyebut jemaat Efesus sebagai orang kudus, mungkin Paulus mengesah mereka agar hidup dalam kekudusan atau memberi penghormatan kepada jemaat di Efesus.

            Filipi 1:1 Dari Paulus dan Tiomtius, hamba-hamba Kristus Yesus, kepada semua orang Kudus dalam Kristus Yesus di Filipi, dengan para penilik jemaat dan diaken. Paulus memperkenalkan diri sebagi hamba Kristus, menyebut nama Timotius bersamanya. Paulus juga menyebut secara khusus para penilik dan diaken yang melayani di Filipi, mungkin Paulus pernah bersama dengan mereka sebelum itu.

            Kolose 1: 1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus, oleh kehendak Allah, dan Timotius saudara kita. Paulus memperkenalkan diri sebagai rasul Kristus Yesus atas kehendak Allah. Paulus sekali lagi menyebut Timotius bersamanya. Nampaknya Timotius selalu bermasa Paulus.

            1 Tesalonika 1:1 Dari Paulus, Silwanus dan Timotius kepada jemaat orang-orang Tesalonika yang di dalam Allah Bapa dan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kasih Karunia dan damai sejahtera menyertai kamu. Paulus tidak memperkenalkan diri sebagai rasul Kristus Yesus seperti kebiasaan dalam surat surat lain, mungkin tiada yang mempertikaikan kerasulan Paulus. Paulus juga menyebut Silwanus dan Timotius bersamanya.

            2 Tesalonika 1:1 Dari Paulus, Silwanus dan Timotius, kepada jemaat orang-orang Tesalonika di dalam Allah Bapa kita dan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Sekali lagi Paulus tidak memperkenalkan dirinya sebagai rasul mungkin tiada keperluan memperkenalkan diri sebagai rasul. Paulus juga menyebut nama Silwanus dan Timotius bersamanya.

            1 Timotius 1:1-2 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, dasar pengharapan kita. Kepada Timotius, anakku yang sah di dalam iman: kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engakau. Paulus memperkenalkan diri sebagai rasul dan Timotius anak yang sah dalam iman. Sangat akrab hubungan Paulus dengan Timotius, mungkin Timotius tidak membantah arahan Paulus sepanjang mereka bersama dalam pelayanan. Saya dapat bayangkan Paulus sangat gembira ada rakan sepelayanan seperti Timotius. 

            2 Timotius 1: 1-2 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah untuk memberitakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus, kepada Timotius, anakku yang kekasih: kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau. Paulus memperkenalkan diri sebagi rasul atas kehendak Allah untuk memberitakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus. Tidak disebut injil tetapi janji. Sekali lagi Paulus menyebut Timotius sebagai anaknya.

            Titus 1:1 Dari Paulus, hamba Allah dan rasul Yesus Kristus untuk memelihara iman orang-orang pilihan Allah dan pengetahuan akan kebenaran seperti yang nampak dalam ibadah kita. Paulus memperkenalkan diri sebagai hamba Allah dan rasul Yesus Kristus, Paulus tidak menyebut Titus sebagai anaknya, mungkin hubungan mereka tidak mendalam sekadar rakan sekerja.

            Filemon 1:1 Dari Paulus, seorang hukuman karena Kristus Yesus dan dari Timotius saudara kita, kepada Filemon yang kekasih, teman sekerja kami. Paulus memperkenalkan diri sebagai seorang hukuman, Paulus sedang dalam penjara dan menyebut Timotius bersamanya. Paulus menyebut Filemon sebagai saudara kekasih teman sekerja. Agaknya Paulus mengenal Filemon dengan rapat.

2. Jelaskan pendirian Paulus mengenai perkara-perkara berikut (35 markah).

    A. Pengumpulan dana bagi jemaah.

            Tujuan pengumpulan dana yang disebut oleh Paulus adalah untuk membantu orang miskin dikalangan jemaat di Yerusalem (Roma 15:26). Memberi menurut kerelaan hati, tiada paksaan dan memberi dengan sukacita (2 Korintus 9:7). Paulus mengesah agar setiap hari pertama setiap minggu mereka menyisihkan wang, simpan di rumah masing masing kemudian diserahkan kepada utusan yang akan mengumpul wang pemberian (1 Korintus 16: 2-3). Paulus mengutus individu yang diyakini oleh anggota jemaat dengan membawa surat keterangan ketika mengumpul pemberian (1 Korintus 16:3). Kemudian Paulus sendiri yang hantar pemberian ke Yerusalem (Roma 15:25).

   B. Pengajar sesat.

            Pengajar sesat yang dimaksudkan oleh Paulus mereka yang memberitakan Yesus yang lain atau memberi roh yang lain atau injil yang lain selain daripada yang Paulus dan rakan-rakan sampaikan (2 Korintus 11:4). Paulus menganggap mereka anjing-anjing, pekerja-pekerja jahat dan penyunat-penyunat palsu (Filipi 3:2). Paulus sangat tegas dengan para pengajar sesat, sekali pun dikalang mereka atau seorang malaikat dari Surga  yang memberitakan Injil yang lain selain yang Paulus dan rakan rakannya beritakan terkutuklah dia (Galatia 1: 8-9).

   C. Masalah seksual di kalangan jemaah.

            Bagi Paulus adalah lebih baik seorang laki-laki tidak kawin, tetapi untuk mengelakkan perbuatan seks yang tidak wajar bagus lagi seorang laki-laki dan perempuan berkawin, mereka boleh saling memenuhi keinginan seks sewajarnya. Sebaik-baiknya pasangan suami isteri  tidak berjauhan dalam jangka masa yang lama supaya tiada ruang iblis mengoda mereka dengan keinginan seks yang tidak wajar dengan pasangan lain (1 Korintus 7:1-5). Tetapi bagi individu yang dikaruniakan tidak berkawin bagi Paulus tidak ada masalah selagi boleh mengawal keinginan seks (1 Korinus 7:7).

   D. Hukum Taurat dan pembenaran melalui iman.

            Bagi Paulus tidak seorang pun dibenarkan di hadapan Allah sebab melakukan hukum Taurat, sebab hukum Taurat bukan membenarkan seseorang tetapi supaya seseorang mengenal apa itu dosa (Roma3:20). Sebab itu tidak kira orang Yahudi atau bukan Yahudi adalah orang yang berdosa tidak ada seorang pun yang benar (Roma 3:9-10) dan semua orang telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3: 23). Tetapi melalui Yesus Kristus manusia diperdamaikan dengan Allah (Roma 3:25). Melalui iman kepada Tuhan Yesus membolehkan seseorang dibenarkan dihadapan Allah, bukan disebabkan melakukan hukum Taurat (Roma 3:28).

   E. Hubungan suami isteri.

            Bagi Paulus isteri tunduk kepada suami seperti tunduk kepada Tuhan, sebab suami adalah kepala isteri seperti Kristus kepala jemaat. Isteri tunduk kepada suami seperti jemaat tunduk kepada Kristus (Efesus 5:22-24).

            Suami pula mengasihi isteri seperti Kristus mengasihi jemaat sehingga menyerahkan diri-Nya (Efesus 5:25). Suami harus mengasihi isteri sama seperti mengasihi dirnya sendiri (Efesus 5:28).

            Suami dan isteri adalah satu tubuh, mereka hidup bersama dan meninggalkan ayah dan ibu mereka (Efesus 5: 31). Dengan kata mudah suami mengasihi isteri dan isteri menghormati suami (Efesus 5: 33)

   F. Ajaran tentang kasih.

            Bagi Paulus semua pengetahuan, kebolehan menguasai pelbagai bahasa, nubuatan dan memiliki iman sehingga mampun memindahkan gunung tetapi kalau tanpa kasih semua itu tidak berguna. Walaupun tubuh sendiri dikorbankan demi seseorang tetapi tanpa kasih tidak ada gunanya (1 Korintus 13;1-3)

            Apa itu kasih? Kasih ialah kesabaran, murah hati, tidak cemburu, tidak memengahkan diri, tidak sombong, sopan, tidak mencari keuntangan diri sendiri, tidak pemarah, tidak menyimpan kesalahan orang lain, tidak bergembiran dengan ketidak adilan, bersukacita dalam kebenaran, percaya segala sesuatu, mengaharap segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu (1 Korintus 13:4-7).

            Kasih tidak ada penghujung tetapi nubuatan dan bahasa roh akan berakhir, pengetahuan akan lenyap (1 Korintus 13: 8).

            Paulus juga menasihatkan agar hidup dalam kasih. Kasih yang tidak berpura-pura, menjauhi kejahatan dan melakukan yang baik. Saling mengasihi dan mengehormati, roh yang sentiasa bersemangat untuk melayani, bersuka-cita sebab ada harapan, sabar dan tekun berdoa (Roma 12:9-12).

            Membantu orang lain yang sedang dalam kekurangan dan memberi tumpangan. Berkati mereka yang mengutuk dan menganiaya jemaat, bersuka-cita dengan orang yang sedang bersuka-cita dan menangis dengan orang yang sedang menangis. Sehati dan sefikir, tidak menganggap diri sendiri lebih pandai daripada orang lain. Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan (Roma 12: 14-17).

            Tidak menuntut pembalasan sebab pembalasan adalah hak TUHAN. Memperlakukan orang yang memusuhi kita dengan baik. Kalahkan kejahatan dengan kebaikan (Roma 12:19-21).

 

3. Menurut Paulus, bagaimana orang Kristian menghadapi penderitaan atau penganiayaan? (20 markah).

            Bagi Paulus penderitaan akan menimpa kepada semua orang yang melakukan kejahatan (Roma 2:9). Tetapi bukan semua penderitaan disebabkan seseorang melakukan kejahatan seperti yang berlaku kepada Paulus dan rakan rakan sepelayanan (2 Korintus 1: 2) dan juga orang Kristian pada masa itu. Paulus menasihatkan agar umat Kristian yang sedang menderita bertahan sebab penderitaan pada zaman itu tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada mereka nanti (Roma 8:1).

            Penderitaan yang dialami menyebabkan batiniah mereka dibaharui setiap hari dan mengerjakan kemuliaan yang kekal (2 Korintus 4: 16-17).

            Menderita disebabkan keadilan (Yesus Kristus) jauh lebih baik sebab akan mendapat bahagian dalam kerajaan Allah (1 Korintus 6: 7-10).

            Bersukacita dan bermurah hati walaupun sedang menderita dan miskin (2 Korintus 8:2). Paulus memberi contoh keadaan jemaat Makedonia, mereka menderita dan miskin tetapi bermurah hati.

            Pengenalan terhadap Kristus lebih mendalam ketika sedang mengalami penderitaan (Filipi 3:10). Bagi Paulus inilah yang dia ingini supaya menjadi serupa dengan Kristus.

            Orang Kristian dikaruniakan bukan hanya percaya kepada Kristus tetapi untuk menderita untuk Dia (Filipi 1:29), bagi Paulus penderitan tidak dapat dielakan dalam hidup orang percaya.

            Bagi Paulus melalui penderitaan ia menggenapkan Kristus dalam tubuhnya (Kolose 1:24) Mungkin ketika menderita perhatian sepenuhnya kepada Yesus Kristus.

            Penderitaan yang dialami oleh jemaat penyataan mereka adalah warga Kerajaan Allah (2 Tesalonika 1:5).

            Setiap orang yang hidup beribadah kepada Kristus Yesus akan menderita aniaya (2 Timotius 3:12).

 

4. Berdasarkan ajaran Paulus dalam surat Roma, apakah yang anda akan katakan kepada seorang Kristian namun dia masih mengikuti keinginan-kenginan manusia yang berdosa dan berfikir bahawa dia boleh melakukan dosa sesuka hati kerana Allah pasti mengampuni dosanya (25 markah).

            Memang ada orang Kristian yang berfikir boleh melakukan apa sahaja sebab telah menerima kasih karunia Allah melalui Yesus Kristus, dalam konteks Roma 6:1-14 Paulus membahasa tentang sikap sebegini dikalangan anggota jemaat di Roma dan mungkin di jemaat lain. Masalah seumpam masih lagi berlaku sehingga hari ini.

            Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia? (Roma 6:1), Sekali kali tidak boleh sebab kita telah dibabtis dalam Kristus, bererti telah mati untuk Kristus, dikuburkan dan dibangkitakan dari kematian. Maksudnya kita sudah memiliki hidup yang baharu (Roma 6:3-4).

            Manusia lama kita sudah disalipkan, tubuh dosa sudah hilang kuasanya supaya tidak lagi menjadi hamba dosa (Roma 6:6). Sebab itu kita tidak lagi menyerahkan tubuh untuk kepentingan dosa tetapi sekarang untuk kepentingan Kristus (Roma 6:13).

            Sekiranya orang Kristian masih lagi melakukan dosa sedangkan sudah dibabtis     (mematikan tabiat lama dan hidup dengan tabiat baru yang memiliki sifat Kristus) dengan sendirinya dia kembali lagi menghidupkan tubuh dosanya dan masuk lagi dalam perhambaan dosa. Mungkin juga orang itu kehilangan erti babtisan dan persekutuan dengan Tuhan Yesus, boleh menyebabkan hidupnya semakin jauh dari kebenaran.

            Orang seperti ini perlu memahami erti babtisan yang dia terima supaya boleh bertaubat dan melakukan kehendak Allah seperti mana yang sepatutnya bagi orang percaya.  

            Teologi babtisan bagi Paulus mempunyai erti yang dalam, umpama hidup dan mati seseorang. Dibabtis bererti seseorang telah di matikan daripada semua sifat dosa kemudian dibangkitan semula dengan memiliki rohani yang baru yang mempuyai sifat Kristus. Sifat yang setia kepada TUHAN. Memang tidak dapat dinafikan pengajaran tentang erti babtisan masih ada yang perlu diperbaiki. Tidaklah anggota jemaat menangapi hanyalah suatu ritual yang tidak menyakut soal mematikan dan menghidupkan sifat Kristus dalam hidupnya selepas dimenerima babtisan. Saya fikir kelas babtisan sangat penting sebelum seseorang dibabtis. Tidak perlu kelang kabut. Jangan nanti selepas dibabtis hidup orang yang dibabtis tidak mengalami perubahan malahan lebih jahat sebelum dibabtisa, sebab salah memahami kasih karunia yang dia terima.

            Cara terbaik menyelamatkan anggota jemaat yang sudah dibabtis tetapi hidup berpesta dosa ialah menasihatkan dia secara berterus terang tetapi penuh kasih, tidak ada unsur mengugut dengan menakut-nakutkan hukuman TUHAN atau menghakimi (1 Korintus 4:3) dan sebagainya. Sebab kita semua akan diadili, tidak siapa pun terlepas daripada pengadilan Tuhan (2 Korintus 5:10). Bawa dalam doa, saya sendiri menjadi contoh /mentor yang baik sesuai sifat Kristus.

            Selain daripada itu, mengadakan kunjungan ke rumah anggota jemaat yang berkenaan, tujuan agar dia tidak merasa disisihkan. Melalu kunjungan diadakan kebaktian di rumah dalam masa yang sama boleh memberi khutbah, sekurang-kurang anggota jemaat berkenaan sekali-sekala disegerkan oleh firman Tuhan.

            Berkongsi tentang aktiviti gereja yang akan dijalankan kepada anggota jemaat berkenaan pun salah satu cara menarik minatnya bersama dengan anggota jemaat yang lain. Siapa tahun Roh Kudus melembutkan hati anggota jemaat berkenaan. Gereja adalah milik bersama, semua aktiviti anggota jemaat ada hak mengikuti dan mengetahuinya. Tidaklah nanti anggota jemaat itu terasa dan berfikir dia bukan sebahagian daripada anggota jemaat.

Saya memang selalu berkongsi rancangan akviti kepada siapa saja, tidak kira anggota yang rajin ke gereja atau yang tidak. Memang membuahkan hasil. Anggota jemaat yang jarang ke gereja memunculkan diri dan membantu dalam aktiviti gereja sesuai kemampuan dan minatnya, seperti baik pulih bangunan, landskap, penyediaan makan, hiasan, bermain muzik dan sebagainya.

            Kadang-kadang nasihat tidak berapa mengesankan berbanding melibatkan anggota jemaat yang bermasalah dalam aktiviti gereja apa lagi kita menghukum mereka. SEKIAN.

           

           

           

 

 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog