Subjek : Surat-surat Paulus.

Nama Pelajar: Manuel Bin Akiun.

Tarikh: 6/6/2020.

Pengajar: Martina Usor.

Tugasan:  Pertanyaan berdasarkan nota kuliah Surat 2 Korintus

 

1. Terangkan pemahaman anda mengenai persoalan penulis 2 Korintus dan kaitan dengan 1 Korintus.

            Secara kasarnya surat 2 Korintus membahasa 3 persoalan utama. Persoalan pertama dalam 2 Korintus 1-7, persoalan kedua dalam 2 Korintus 1: 12-2:4 dan persoalan ketiga dalam 2 Korintus 10-13.

Persoalan pertama 2 Korintus 1-7, dalam bahagian ini Paulus mengucap syukur kepada Allah kerana ia telah melalui saat sukar dalam pelayanan dengan selamat (2 Korintus 1:8-11) walaupun tidak disebut apa yang telah menimpa Paulus sebelum itu, mungkin dia telah jatuh sakit atau pernah diserang secara fizikal seperti yang digambarkan Paulus dalam 2 Korintus 11:23-29.

            Kemudian Paulus membahas tentang keretakan dalam Jemaah, ia berkaitan dengan seorang anggota jemaat di Korintus telah melakukan kesalahan, tidak sebut apakah kesalahan yang dilakukan tetapi menyebabkan Paulus dan orang lain disakiti. Sebab itu Paulus tidak mengujungi jemaat Korintus terlebih dahulu dalam misi ke Makedonia, sebaliknya akan melawat jemaat Korintus selepas misi di Makedonia. Mungkin Paulus tidak sampai hati berjumpa dengan orang yang telah menyakitinya supaya dia tidak bersedih (2 Korintus 1:12-2:4).

            Tetapi sebelum kunjunan Paulus individu yang melakukan kesalahan itu telah bertaubat dan memohon pengampunan. Paulus sudah tentu bersedia untuk mengampuni (2 Korintus 2:2-11).

            Kemudian Paulus mempertahankan kerasulannya, seperti yang kita tahu Paulus bukanlah antara kedua belas rasul Tuhan Yesus. Tetapi Paulus mengaku dia adalah rasul Kristus (2 Korintus 1:1). Paulus mempertahankan kerasulannya dengan membandingkan kejayaan misi penginjilan yang dia telah lakukannya melalui kesaksian hidup jemaat di Korintus (2 Korintus 2:1-3).

Persoalan kedua 2 Korintus 8-9, Paulus memohon sumbangan kewangan bagi jemaat di Yerusalem (1 Korintus 16:1-4).

            Persoalan ketiga 2 Korintus 10-13. Dalam bahagian ini Paulus membela pelayananya (10:1-18), Paulus dan kemegahanya iaitu pengabdian yang sejati bagi Kristus. Nasihat dan peringatan (12:14-13:10) dan salam penutup (13:11-13)

 

Kaitan surat 1 dan 2 Korintus.

            Kedua dua surat ini adalah himpunan surat surat Paulus pertama, kedua dan ketika. Ada bahagian surat yang hilang digabungkan dalam surat 2 Korintus. Walaupun  membahasa isu yang berbeza tetapi masih berhubungkait sebab Paulus merujuk surat surat sebelum itu dalam surat kemudian ditulis. Surat 1 Korintus adalah surat kedua Paulus, surat pertama hilang, isi surat pertama mungkin sama dengan isi surat kedua.  Surat 2 Korintus pula adalah sebahagian isi surat kedua dan surat ketiga Paulus. 2 Korintus 10-13 (surat ketiga Paulus) ditulis selepas 2 Korintus 1-9. Ada kemungkinan pengakhir surat kedua Paulus (2 Korintus 1-9) telah hilang dan pemulaan surat ketiga Paulus (2 Korintus 10-13) juga telah hilang.

           

2. Jelaskan frasa, “dukacita menurut kehendak Allah” yang berulang disebut oleh penulis dalam 2 Korintus 7:8-12? Tuliskan refleksi anda terhadap frasa ini berdasarkan konteks Korintus dan konteks masa kini.

            Dukacita menurut kehendak Allah yang di maksudkan oleh Paulus dalam konteks surat Paulus kepada jemaat Korintus apabila jemaat Korintus berduka cita dengan teguran Paulus kepada mereka, tentang keretakan dalam (2 Korintus 1:12-29), pembelaan kerasulan Paulus (2 Korintus 3:1-3), kelakuan tidak bermoral (1 Korintus 6:12-20), Percahan dalam jemaat (1 Korintus 10-17), tentang ajaran salip (1 Korintus 1:18- 31), tentang Injil (1Korintus 2: 6-16), ketertiban dalam ibadah (1 Korintus 11:2-16) dan banyak lagi. Menyebabkan jemaat Korintus berdukacita bagi, Paulus dukacita itu menurut kehendak Allah sebab dukacita tersebut menyebabkan jemaat bertaubat dan tidak merugikan jemaat di Korintus, menyelamatkan anggota jemaat, menghasilkan kesungguhan, pembelaan diri (membela Injil sebenar), kejengkelan (kejengkelan kepada dosa), ketakutan (ketakutan melakukan dosa) kerinduan, kegiatan dan penghukuman (mendisiplinkan anggota jemaat). Berbanding dengan dukacita yang disebabkan oleh dunia akan menghasilkan kematian.

            Saya juga mengalami dukacita ketika ditegur oleh para pelayan gereja yang lebih senior, seperti mereka berkata “kamu budak higusan, kamu budak baru belajar, kamu masih muda, kamu tidak tahu apa-apa, kamu memperkatakan perkara yang kamu tidak tahu, kamu tidak ada pengetahuan teologi, saya tidak nampak potensi pelayanan dalam diri kamu dan banyak lagi” Tetapi saya tetap fokus melayani diperingkat jemaat sendiri dan terus belajar teologi secara konsisten sejak 2009 sehingga sekarang 2020 (11 tahun). Semua teguran  boleh mendorong untuk memperbaiki diri kalau kita pandang secara positif, seperti jemaat Korintus walaupun bahasa Paulus agak kasar tetapi mereka menanggapi dengan positif. Hasilnya juga positif dan mereka bertaubat. Dukacita itu pun kita anggap daripada Allah. Puji Tuhan. Sekian. 

           

               

Comments